Yang memilih PDIP pada pemilu yang lalu tidak 100% karena lambang partai namun figur di partai. statmen Ketum-nya berbeda dengan mediang ayahanda (yang sempat membaca bukunya Ir. Soekarno, di bawah bendera revolusi, mungkin akan merinding). Harus diingat bahwa sikap seperti itu melahirkan tokoh seperti SBY yang kemudian menjadi lawan politik PDIP dan memaksa PDIP berada di luar kekuasaan. Keberadaan PDIP, kini, dalam kekuasaan, karena figur dan bukan 100%. Partai pandai memilih orang dan menggunakan situasi namun tidak bijak. Jika sikap itu diteruskan maka akan melahirkan orang-orang berkualitas yang menjadi lawan "alot" bagi PDIP.
TETELESTAI
TETELESTHAI Noh Ibrahim Boiliu Bacaan : Yohanes 19:28-30 Ayat Renungan : Yohanes19.30 Yohanes 19:30 "Di situ ada sebuah mangkuk penuh dengan air anggur yang asam. Maka sebuah bunga karang dicelupkan ke dalam air anggur itu, dan dicucukkan pada setangkai hisop, lalu diulurkan ke bibir Yesus". TB (Terjemahan Baru) Yohanes 19:30 "Yesus mengecap air anggur itu lalu berkata, "Sudah selesai!" Lalu la menundukkan kepala-Nya dan meninggal. BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari) 1 Istilah penderitaan seperti yang terdapat dalam versi Bahasa Indonesia Sehari-hari, digunakan istilah cawan. Bila demikian maka istilah cawan dalam Terjemahan Baru Indonesia melambangkan penderitaan. Bandingkan Mazmur 75:9 Sebelum lebih jauh berbicara mengenai ungkapan Tuhan Yesus yang keenam, baiklah ...
Komentar
Posting Komentar